You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lalu Lintas di Underpass Kemayoran Sudah Dapat Dilalui Kendaraan
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

Arus Lalu Lintas di Underpass Kemayoran Kembali Normal

Arus lalu lintas (lalin) di Underpass Kemayoran, Jakarta Pusat telah kembali normal. Sebelumnya ruas jalan di underpass ini tak bisa dilalui kendaraan karena tergenang saat diguyur hujan.

Sekarang ruas jalan di underpass sudah bersih dari lumpur sisa genangan dan bisa dilewati kendaraan

Kepala Sektor Kemayoran Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, Unggul Wibowo, kondisi lalu lintas di Underpass Kemayoran sudah kembali normal sejak pukul 10.00. 

10 Pompa Mobile Sedot Genangan di Underpass Kemayoran

Genangan di lokasi berhasil teratasi berkat kolaborasi yang baik antar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Pusat Pengelola Kawasan Kemayoran (PPKK).

"Sekarang ruas jalan di underpass sudah bersih dari lumpur sisa genangan dan bisa dilewati kendaraan," ujarnya, Senin (10/2).

Ia menjelaskan, untuk mengatasi lumpur sisa genangan, pihaknya mengerahkan 75 personel berikut satu unit mobil pemadam berkapasitas 10 ribu liter kubik untuk melakukan penyemprotan.

"Kita juga koordinasi dengan kelurahan dan PPKK untuk membersihkan drainase agar terbebas dari sampah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye7096 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1280 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1180 personFakhrizal Fakhri
  4. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye929 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Pengelolaan Transportasi Laut Pulau Seribu oleh Transjakarta Dinilai Lebih Efisien

    access_time10-08-2026 remove_red_eye812 personDessy Suciati